Sekolah Rakyat: Intervensi Struktural Memutus Rantai Kemiskinan Antargenerasi

 

OPINI
Sekolah Rakyat: Intervensi Struktural Memutus Rantai Kemiskinan Antargenerasi

Oleh: M.Mansyur,M.I.Kom.



Catatan Metodologis: Tulisan ini disusun menggunakan metode analisis konten (content analysis) terhadap pemberitaan media massa nasional dan lokal tertanggal 12 Januari 2026 mengenai peresmian Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo Subianto. Data dan informasi dalam artikel ini bersumber dari 17 media nasional termasuk Detik.com, Suara.com, Berita Satu, Okezone, RCTI Plus, Sindonews, Kompas, dan media lainnya. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tema utama, mengekstraksi data faktual, dan menyusunnya dalam kerangka analisis kebijakan sosial berbasis perspektif akademis.



Kemiskinan bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan jerat sistemik yang melilit dari generasi ke generasi. Ketika akses terhadap pendidikan berkualitas menjadi kemewahan yang hanya dapat dinikmati oleh mereka yang mampu secara ekonomi, maka lingkaran setan kemiskinan akan terus berputar. Peresmian Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026 menjadi momentum penting yang layak dikaji sebagai model intervensi negara dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan.

Program Sekolah Rakyat yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 merespons fakta mengejutkan dari Badan Pusat Statistik: lebih dari tiga juta anak usia sekolah di Indonesia tidak mendapatkan akses pendidikan layak. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari kegagalan sistemik dalam menjamin hak pendidikan sebagai hak dasar setiap warga negara. Data yang diungkap Menteri Sosial Saifullah Yusuf menunjukkan bahwa 67 persen dari 15.945 siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan penghasilan di bawah Rp1 juta per bulan, dengan 60 persen orang tua bekerja di sektor informal tanpa jaminan penghasilan tetap. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan ketimpangan struktural yang telah berlangsung puluhan tahun.

Lingkaran Setan Kemiskinan dan Pendidikan

Teori kemiskinan struktural yang dikemukakan oleh para ekonom pembangunan menekankan bahwa kemiskinan bukan sekadar persoalan pendapatan rendah, melainkan ketiadaan akses terhadap sumber daya produktif, termasuk pendidikan. Data BPS yang menunjukkan lebih dari tiga juta anak usia sekolah tidak mendapatkan akses pendidikan layak adalah bukti nyata dari perangkap kemiskinan antargenerasi (intergenerational poverty trap) yang masih mengakar di Indonesia.

Sekolah Rakyat yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026 hadir sebagai respons sistemik terhadap persoalan struktural ini. Program yang tertuang dalam Inpres Nomor 8 Tahun 2025 ini bukan sekadar program bantuan pendidikan konvensional, melainkan upaya intervensi komprehensif yang menyasar akar kemiskinan melalui pendekatan holistik.

Masalah: Ketika Pendidikan Menjadi Privilege

Data yang diungkap Kementerian Sosial menunjukkan realitas yang mengkhawatirkan. Dari 15.945 siswa Sekolah Rakyat di 166 titik termasuk SRT 35 Bandar Lampung, 67 persen berasal dari keluarga dengan penghasilan di bawah Rp1 juta per bulan. Angka ini mengonfirmasi teori lingkaran setan kemiskinan (vicious circle of poverty) yang dikemukakan Nurkse, di mana kemiskinan orang tua mengakibatkan anak tidak mendapatkan pendidikan memadai, yang pada gilirannya melanggengkan kemiskinan pada generasi berikutnya.

Data BPS menunjukkan lebih dari tiga juta anak usia sekolah tidak mendapatkan akses pendidikan layak. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan kegagalan sistemik dalam pemerataan akses pendidikan. Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa 454 siswa Sekolah Rakyat belum pernah bersekolah sama sekali, sementara 298 lainnya putus sekolah akibat tekanan ekonomi. Dalam konteks ini, Sekolah Rakyat hadir sebagai intervensi negara yang tidak hanya bersifat karitatif, melainkan transformatif.

Paradigma Baru Pengentasan Kemiskinan

Sekolah Rakyat menawarkan paradigma baru dalam pengentasan kemiskinan melalui pendekatan holistik dan terintegrasi. Berbeda dengan program bantuan sosial konvensional yang bersifat charity dan temporer, program ini mengusung prinsip investasi sumber daya manusia jangka panjang. Konsep boarding school yang diterapkan bukan sekadar menyediakan fasilitas gratis, melainkan menciptakan ekosistem pemberdayaan komprehensif yang melibatkan seluruh anggota keluarga.

Pendekatan Multi Entry-Multi Exit yang diterapkan mencerminkan pemahaman bahwa kemiskinan menciptakan hambatan struktural dalam akses pendidikan. Anak-anak dari keluarga miskin seringkali terlambat masuk sekolah atau putus sekolah di tengah jalan. Sistem yang fleksibel ini memungkinkan mereka kembali ke jalur pendidikan tanpa terbebani stigma ketinggalan atau ketidaksesuaian usia dengan jenjang kelas.

DNA talent mapping yang diterapkan juga mencerminkan pendekatan pendidikan yang lebih holistik dan personal. Alih-alih menyeragamkan seluruh siswa dengan standar akademik konvensional, Sekolah Rakyat mengakui bahwa setiap anak memiliki keunikan dan potensi yang berbeda-beda. Pendekatan ini sejalan dengan teori multiple intelligences yang dikemukakan Howard Gardner, yang menekankan bahwa kecerdasan manusia tidak tunggal melainkan beragam.

Integrasi Program dan Multiplier Effect

Keunggulan Sekolah Rakyat terletak pada pendekatan holistik yang mengintegrasikan berbagai program bantuan sosial. Siswa tidak hanya mendapat pendidikan gratis, tetapi juga Cek Kesehatan Gratis, Makan Bergizi Gratis, serta jaminan kesehatan melalui PBI JKN. Orang tua siswa diberdayakan melalui Program Keluarga Harapan, bantuan Sembako, perbaikan rumah melalui program 3 juta rumah, hingga pemenuhan bantuan sosal lainnya.

Integrasi ini menciptakan multiplier effect yang signifikan. Ketika anak bersekolah dengan layak, orang tua mendapat bantuan modal usaha, dan rumah mereka diperbaiki, maka terjadi transformasi sosial-ekonomi yang komprehensif. Gus Ipul menyebutnya sebagai "miniatur pengentasan kemiskinan terpadu" yang tidak hanya mengandalkan charity, melainkan empowerment.

Sekolah Rakyat merepresentasikan paradigma baru dalam kebijakan sosial Indonesia yang beralih dari pendekatan charity menuju empowerment. Program ini bukan sekadar pendidikan gratis, melainkan ekosistem pemberdayaan komprehensif yang menyentuh seluruh aspek kehidupan keluarga miskin. Keberadaan SRT 35 Bandar Lampung sebagai bagian dari 166 titik nasional menunjukkan political will pemerintah yang patut diapresiasi.

Namun, keberhasilan jangka panjang bergantung pada tiga hal: pertama, konsistensi implementasi tanpa tergelincir pada praktik korupsi dan nepotisme; kedua, evaluasi berkala untuk memastikan program tepat sasaran dan berdampak; ketiga, keberlanjutan dukungan pasca-kelulusan agar siswa benar-benar dapat naik kelas sosial. Jika tiga hal ini terpenuhi, Sekolah Rakyat bukan hanya legacy Presiden Prabowo, melainkan fondasi Indonesia yang lebih adil dan sejahtera.


Referensi:

Tulisan ini disusun berdasarkan analisis konten terhadap pemberitaan berikut:

  1. https://news.detik.com/berita/d-8302091/8-fakta-sekolah-rakyat-yang-akan-diresmikan-presiden-prabowo/amp
  2. https://www.inilah.com/8-fakta-sekolah-rakyat-yang-akan-diresmikan-presiden-prabowo-besok
  3. https://www.beritasatu.com/nasional/2957467/8-fakta-sekolah-rakyat-sebagai-upaya-negara-putus-rantai-kemiskinan
  4.  https://news.okezone.com/read/2026/01/12/337/3194866/prabowo-resmikan-sekolah-rakyat-hari-ini-berikut-8-fakta-penting?page=3
  5. https://m.rctiplus.com/news/detail/nasional/5300528/prabowo-resmikan-sekolah-rakyat-hari-ini-berikut-8-fakta-penting
  6. https://nasional.sindonews.com/read/1665205/15/hari-ini-prabowo-resmikan-sekolah-rakyat-berikut-8-faktanya-1768176108
  7. https://nusabanuatv.com/delapan-fakta-sekolah-rakyat-termasuk-serap-ribuan-tenaga-kerja/
  8. https://www.facebook.com/beritasatuofficial/posts/8-fakta-sekolah-rakyat-sebagai-upaya-negara-putus-rantai-kemiskinan-sekolah-raky/1305224478306414/
  9. https://halosemarang.id/presiden-akan-resmikan-sekolah-rakyat-ini-8-faktanya/
  10. https://www.kompasiana.com/fajriyanuar2448/6964a84ec925c44b7633ade2/fakta-menarik-sekolah-rakyat-dalam-mencerdaskan-kehidupan-bangsa-dan-memutus-rantai-kemiskinan
  11. https://www.threads.com/@beritasatu/post/DTZ9AN5lJit/fakta-sekolah-rakyat-sebagai-upaya-negara-putus-rantai-kemiskinan-utm-medium
  12. https://x.com/cnbcindonesia/status/2010558579284353261
  13. https://olenka.id/diresmikan-prabowo-ini-sederet-fakta-soal-sekolah-rakyat
  14. https://www.jawapos.com/pendidikan/017056817/fakta-sekolah-rakyat-yang-diresmikan-presiden-prabowo-besok
  15. https://bisnisupdate.com/berita-populer/hari-ini-prabowo-resmi-buka-sekolah-rakyat-ini-8-fakta-di-baliknya/353085/
  16. https://terasjabar.id/8-fakta-sekolah-rakyat-yang-akan-diresmikan-presiden-prabowo/
  17. https://amp.suara.com/news/2026/01/12/135650/fakta-di-balik-siswa-sekolah-rakyat-67-persen-dari-keluarga-berpenghasilan-di-bawah-rp1-juta

Analisis dan interpretasi dalam tulisan ini sepenuhnya merupakan perspektif penulis berdasarkan data yang tersedia di media massa.